kamashoot

kamashoot

Wednesday, August 1, 2012

BAP

How handsome they're, I never mind if they're would be so handsome when they're comeback with NO MERCY, they drive crazy (۳˚Д˚)۳ I dunno, but all songs of their album "No Mercy" was great!!!
1. Goodbye
This song is so different from the other songs. Because TOP guitarist of Seotaiji's band made this song. This song is tell us about hope that we must never say die. And say goodbye to the HOPELESS!!! This song have a music video that featuring with Matoki (BAP Bunny) that music video are awesome~
2. No Mercy
This is the main song of this album. The music video was GREAT!!! BAP show their charismatic in this video. This song is unique, we can hear Zelo's rap part. That's satoori rapp, and their dance in this song is more simple more than POWER/WARRIOR.
3. Voicemail
This song is created by Bang Yongguk (BAP Leader a.k.a my Bias) the song is telling about the last record of a relationship ㅠ,ㅠ "ijen time to say goodbye" by this song we know that yongguk is a talented Leader ♥
4. Dancing In the Rain
This song is so COOL. But sometimes, I can hear this song is sounds like YEAH3X by Chris Brown. But, after listening it again and again. It was different. This song is so cheerful makes me want to dancing~ ~(˘▾˘~) ~(˘▾˘)~ (~˘▾˘)~
5. What My Heart Tell Me to Do
This song makes me cry after listening the melodi and Daehyun's voice. Really this song it's so touching (۳º̩̩́Дº̩̩̀)۳... This song tell us about a man that loosing his girlfriend bcs, he knows that his girlfriend is not happy with their relationship. But, the man always loving the girl even if they break away~ ㅠ,ㅠ

NO MERCY IS 대박!!!!!

Monday, May 7, 2012

part 2


-c- Pada tengah malam saat aku tertidur, karena menunggu telponnya yang tak kunjung datang. Suara dari telpon genggamku yang nyaring membangunkan tidurku.
“aishhh~ siapa yang meneleponku tengah malam seperti ini?” keluhku
“yeoboseyo?” kataku malas
“hey! Jangan begitu~ bangun! Aku ingin mendengar suaramu!” bentaknya. Dalam sekejap aku terbangun
“Yongguk?” tanyaku heran
“iya~ hehehe” terdengar ia sedang terkekeh
“aku kira kau tak akan menelponku” kataku
“hahaha~ maaf aku baru saja selesai latihan. Simpan nomorku ini ya!” serunya
“ne~  bagaimana latihanmu?” tanyaku
“seperti biasa sangat melelahkan”
“ayolah~ jangan pernah anggap latihanmu adalah suatu yang melelahkan anggap saja itu hal yang sangat menyenangkan dan kau akan menikmatinya perlahan” kataku menyemangati
“Ne! Akan ku ingat kata-katamu!” serunya
tak terasa aku menghabiskan sepanjang malamku hari ini bercengkrama bersamanya. Dan saking lelahnya aku dan dia tertidur. Entah siapa yang lebih tertidur lebih dulu namun, aku merasa sangat bahagia.

Keesokan harinya…
Seperti biasa aku ditinggal sendiri dirumah. Omma dan Appa pergi keluar kota untuk menyelesaikan urusan kantor. Pagi ini aku berniat untuk sekedar lari pagi untuk menghilangkan rasa bosan. Saat aku membuka pintu gerbang rumahku, berdiri sesosok namja yang aku kenal.
“Yongguk?” tanyaku heran
“ahk~ ne~ Minyoung~” sapanya ramah sambil tersenyum
“kenapa kamu disini?”
“aku… aku… hanya… hanya ingin melihatmu” katanya sambil tersenyum malu. Kata-katanya tadi berhasil membuat wajahku memerah seketika.
“me.. me lihatku?” tanyaku terbata-bata
“ne~ na bogoshipoyo~” ia dengan cepat menarik tanganku dan mendekapku kedalam pelukannya. Dan aku yang terkejut hanya bisa terdiam kaku.
“aku sangat merindukanmu Minyoung” katanya sambil mengeratkan pelukannya
“bagaimana dengan latihanmu?” tanyaku. Tiba-tiba ia melepas pelukannya
“aku bosan latihan aku ingin berjalan-jalan hari ini” katanya enteng.
“jangan pernah membolos latihan lagi.” Kataku
“aku tak membolos aku hanya pergi berjalan-jalan sebentar” katanya
“jika kau tak mau latihan, aku tak akan pernah menerima telponmu lagi” kataku ketus
“hei~ jangan begitu. Sepertinya kau ingin lari pagi. Mari aku temani kau lari pagi.” Katanya mengalihkan pembicaraan seraya menarik tanganku. Aku yang tak tahu harus berbuat apa hanya mengikutinya.
Sepanjang lari pagi, aku melihatnya begitu bahagia. Sangat terbuka dan ceria, kami bercanda dan tertawa bersama seperti tak ada beban. Karena hari sudah beranjak siang dan aku belum makan, aku memutuskan untuk mengajaknya pulang.
“Yongguk, aku lelah aku ingin pulang” kataku
“ah… padahal aku ingin terus bersamamu~ aku sangat nyaman bersamamu seperti ini” katanya
“kita masih bisa bertemu besok, kan?” kataku
“baiklah, aku akan mengantarmu pulang.”
“tidak, tidak usah aku bisa pulang sendiri lagi pula aku ingin membeli sesuatu” kataku menolak
“oh begitu.. baiklah...” katanya pasrah
“ne~ annyeong Yongguk~ hati-hati dijalan~” kataku sambil menjauh. Tapi tiba-tiba ia memelukku lagi. Tapi kali ini terasa sangat hangat.
“maukah kau menjadi pacarku?” bisiknya ditelingaku.
“a.. aku.. aku… kita… baru saja bertemu.. jadi.. aku belum begitu mengenalmu. Biarkan aku mengenalmu lebih jauh..” kataku terbata-bata. Aku baru sadar bahwa Yongguk adalah orang yang sangat cepat dan tak terduga dalam segala hal.
“tak perlu~ aku tak suka menunggu~ aku tak ingin menunggu lebih lama” katanya
“aku punya banyak kelemahan…” kataku
“apapun kekuranganmu aku terima, aku tidak bisa terlalu lama memendamnya, aku menerimamu apa adanya. Aku jatuh cinta padamu saat kau mengelus rambutku, saat kau tersenyum padaku, saat kau menyemangatiku kau sangat mirip Ommaku Youngmin” katanya meyakinkanku. Mendengar kata-kata tadi aku percaya bahwa Yongguk sangat mencintaiku. Begitu pula aku, yang kini percaya bahwa aku sangat mencintai namja dengan suara berat ini.
“ya baiklah.. aku mau…” kataku malu. Ia melepaskan pelukannya dan memandangiku bahagia, sangat bahagia. Lalu ia memelukku lagi. Dan berbisik ditelingaku.
“saranghae minyoung~” bisikannya membuat sekujur tubuhku merinding dan jantungku berdegup kencang.
“ayo lepaskan pelukanmu… kau harus latihan Yongguk~” kataku sambil mencoba melepas pelukannya. Agar aku tak mati akibat detak jantungku yang begitu kencang.
“panggil aku Oppa dan aku akan melepaskan pelukanku” katanya jahil. Karena tak tahu harus berbuat apa, aku turuti permintaannya
“oppa~ lepaskan aku hampir mati kekurangan oksigen~” kataku
“ne~ jagiya~” ia melepas pelukannya sambil tersenyum bahagia
“nanti malam angkat telponku~” katanya
“ne oppa~ sebaiknya kau konsentrasi pada latihanmu… dan jaga kesehatanmu”
“tentu! Sekarang aku pergi latihan! Bye~ BABY~ ” jawabnya mantap sambil pergi menjauh
“bye~” seperti yang sebelumnya ia berbalik lagi dan kali ini mengecup dahiku
“bye~” bisiknya. Tindakannya tadi sudah membuat wajahku seperti kepiting rebus sekarang. Dan kali ini dia benar-benar pergi.
-cont-